Harga Gabah Rp 7.500 per Kg, Petani Sidoarjo Kian Bergairah di Tengah Panen Raya

SIDOARJO (KABARJAWATIMUR.COM) – Panen raya padi di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, membawa angin segar bagi para petani. Selain hasil panen yang tetap optimal di akhir musim tanam, kenaikan harga gabah kering panen (GKP) hingga Rp7.500 per kilogram menjadi faktor utama meningkatnya semangat dan kesejahteraan petani.

Hamparan lahan seluas kurang lebih 120 hektare di kawasan tersebut masih menunjukkan produktivitas tinggi dan berperan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di Jawa Timur. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan sektor pertanian di daerah.

Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, yang turut hadir dalam kegiatan panen raya, menyebut capaian ini sebagai momentum penting. Ia menilai, meskipun berada di penghujung musim tanam, kualitas panen tetap terjaga dengan baik.

“Ini panen yang sangat baik, meskipun termasuk akhir musim. Ke depan, kita dorong agar petani bisa melakukan hingga tiga kali masa tanam dalam setahun,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Untuk mewujudkan target tersebut, ia menekankan pentingnya dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) agar proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan efisien.

Lebih lanjut, Bambang Haryo mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga gabah saat ini berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Menurutnya, harga Rp7.500 per kilogram merupakan angka yang cukup tinggi dibandingkan sebelumnya. “Kondisi ini membuat petani lebih bersemangat. Harga yang baik tentu berpengaruh pada kesejahteraan mereka,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa persoalan klasik seperti irigasi masih menjadi tantangan utama. Ia menegaskan perlunya peran aktif pemerintah dalam memastikan ketersediaan air melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

“Masalah air bukan beban petani. Ini tanggung jawab pemerintah melalui sistem irigasi yang memadai,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Bambang Haryo juga mendorong peningkatan penggunaan bibit unggul serta perluasan program asuransi pertanian. Ia menilai, perlindungan terhadap risiko gagal panen masih belum optimal, padahal manfaatnya sangat besar bagi petani.

Di tingkat lokal, Ketua Gapoktan Kalimati yang juga menjabat Plt Kepala Desa, Supriyadi, mengakui bahwa kenaikan harga gabah memberikan dampak nyata bagi petani di wilayahnya. Ia berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan.

“Kami bersyukur harga gabah saat ini cukup tinggi, bahkan melampaui harga acuan pemerintah. Semoga bisa stabil ke depannya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan legislatif, yang dinilai mulai memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo dari Fraksi Gerindra, Kayan, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat sektor pertanian melalui kebijakan anggaran daerah. Ia menyebut, DPRD terus mendorong peningkatan alokasi dana untuk program pertanian, termasuk bantuan benih dan perbaikan saluran irigasi.

“Ke depan, sektor pertanian harus mendapat prioritas lebih dalam penganggaran. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah,” katanya.

Ia juga mendorong adanya inovasi kebijakan, salah satunya melalui pembentukan badan usaha berbasis ketahanan pangan di daerah guna memperkuat ekosistem pertanian secara terintegrasi.

Dengan kombinasi harga gabah yang menguntungkan, dukungan kebijakan, serta potensi peningkatan produktivitas, sektor pertanian di Sidoarjo dinilai memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah. (KJT)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *