Siti Maryam Bantah Isu Pungli, Kwarcab Surabaya Siapkan Pemecahan Rekor MURI pada 6 Juni 2026

SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Siti Maryam, menegaskan tidak ada pungutan liar (pungli) dalam rangkaian kegiatan pemecahan Rekor MURI yang akan digelar pada 6 Juni 2026 mendatang.


Menurut Maryam, isu pungli yang beredar dengan mengatasnamakan kegiatan MURI tidak benar dan perlu diluruskan. Seluruh agenda disiapkan secara terbuka dengan melibatkan jajaran Pramuka di tingkat kecamatan hingga gugus depan sekolah.


“Tidak ada pungli berkedok MURI. Semua kegiatan berjalan sesuai mekanisme organisasi dan semangat gotong royong,” tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut, Kwarcab Surabaya menargetkan pemecahan Rekor MURI melalui tiga agenda besar, yakni pengukuhan Pramuka Garuda, aksi membasuh kaki orang tua, serta semaphore massal.


Untuk pengukuhan Pramuka Garuda, ditargetkan melibatkan sekitar 60 ribu peserta. Sementara kegiatan semaphore diperkirakan diikuti 45 ribu peserta dari berbagai jenjang Pramuka se-Kota Surabaya.


Pelaksanaan kegiatan akan tersebar di 31 kecamatan dengan melibatkan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), camat, serta Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). Sekolah-sekolah juga dilibatkan sebagai titik kegiatan di wilayah masing-masing.


Adapun Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya akan menjadi pusat puncak acara, termasuk penyerahan penghargaan Rekor MURI. Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan perkemahan Pramuka dan berbagai aktivitas kepramukaan lainnya.


“Kalau Pramuka tidak ada kemah, bagaikan dangdut tanpa goyang,” ujar Maryam berseloroh.


Ia menambahkan, inovasi harus terus dilakukan agar gerakan Pramuka tetap diminati generasi muda. Menurutnya, tanpa pembaruan kegiatan, Pramuka bisa kehilangan daya tarik.


“Kalau tidak ada inovasi, Pramuka akan pudar. Karena itu Surabaya terus berupaya menghadirkan kegiatan kreatif dan berdampak,” tandasnya.


Meski demikian, Maryam juga menyoroti kebutuhan fasilitas bumi perkemahan representatif di Surabaya untuk menunjang pembinaan Pramuka ke depan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *