SURABAYA (KABARJAWATIMUR.COM) Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menegaskan bahwa keberadaan jembatan penyeberangan orang (JPO) Siola bisa memperkuat fungsi dan juga visual yang ada di Jalan Tunjungan, Surabaya. Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan di Surabaya.
“Kita harus memastikan JPO dalam kondisi aman dan layak dilewati. Maka penting untuk dilakukan pengecekan berkala. Begitu ditemukan ada kerapuhan pada bentangan, misalnya, ya harus dilakukan langkah seperti perbaikan atau pembongkaran,” kata Eri Irawan, Rabu (13/8) .
Saat ini JPO Siola di Jalan Tunjungan sedang dibongkar untuk selanjutnya dibangun kembali yang ditargetkan rampung pada Desember 2025. Dalam konteks fungsional, JPO mendukung pengembangan ruang kota sebagai bagian dari peningkatan estetika kota.
Penggantian JPO Tunjungan diharapkan bisa memperkuat penataan kawasan Tunjungan, di mana sejak November 2021, Pemkot Surabaya melakukan “placemaking” dengan meningkatkan kualitas ruang publik di kawasan tersebut.
“Sejak November 2021, dilakukan placemaking terhadap Jalan Tunjungan menjadi Tunjungan Romansa. Sekarang kawasan itu terus bergeliat,” tegas politisi PDIP Kota Surabaya ini.
Pihaknya mengingatkan pengembangan harus terus dilakukan. Selain meningkatkan keamanan JPO, hadirnya JPO baru nantinya akan memperkuat penataan kawasan Tunjungan menjadi lebih menarik, nyaman, dan berkelanjutan.
“JPO baru juga akan menjadi landmark baru untuk mempercantik lansekap kota,” terangnya.
Eri Irawan juga mendorong upaya placemaking terus dilakukan secara berkelanjutan di Surabaya sebagai kota besar yang padat dan sibuk. Dimana placemaking kota menjadikan suatu tempat tidak hanya dimaknai sekadar sebagai lokasi fisik, tapi juga membuatnya menjadi tempat yang nyaman, terkoneksi, inklusif, partisipatif, dan menciptakan interaksi sosial.
“Placemaking yang dilakukan Pemkot seperti pada kawasan Tunjungan Romansa, Kota Lama, Alun-Alun Surabaya, perlu terus dikembangkan dan diperluas,” imbuhnya.
Sedangkan mengenai skema pembiayaan yang akan melibatkan dukungan dunia usaha, dikatakan bahwa langkah tersebut bisa menjadi terobosan dalam peningkatan kualitas ruang publik.
“Seperti revitalisasi Taman Harmoni Keputih yang juga berkolaborasi dengan dunia usaha dan komunitas, konsep pembiayaan dengan dukungan dunia usaha perlu dilanjutkan pada ruang-ruang publik lain, termasuk JPO Tunjungan,” pungkasnya. (KJT)

