GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Wisata kolam renang Sambipondok, Kecamatan Sidayu, Gresik resmi beroperasi lagi usai vacum pasca Pandemi Covid19. Kali ini hadir dengan konsep edutainment, perpaduan pembelajaran alam dan renang.
Launching kembali kali ini didukung oleh mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) yang sedang KKN di desa Sambipondok. Mereka juga membuat green house di dalam lokasi kolam renang.
Ketua kelompok KKN UISI di Sambipondok Danys Putra Dandho menjelaskan, pengerjaan green house membutuhkan waktu 15 hari. Hal ini untuk menyesuaikan lahan yang ada agar lebih menarik.
“Pengerjaan green house nya memang agak lama tujuannya untuk membranding kembali kolam renang yang ada biar lebih Marketable” ujar Danys.
Re launching kolam renang Sambipondok dikemas dengan senam bersama dan jalan sehat yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UISi.
“Dengan konsep kebersamaan melalui Senam bersama dan jalan sehat, yang diselenggarakan sebelum pembukaan Waterboom dan peresmian Eco-nest” jelas Danys.
Green house itu nantinya akan dijadikan tempat edukasi terkait dengan pertanian yang akan melibatkan siswa yang berkunjung di kolam renang tersebut.
“Ini merupakan usaha kami sebagai mahasiswa untuk membantu desa dalam mengoptimalisasi sumber daya yang ada di antaranya kolam renang yang kemarin mengalami kevakuman.” Ujar salah satu mahasiswa UISI lainnya.
Launching kolam renang sambipondok juga ditandai dengan penyerahan bibit tanaman buah dan sayur kepada para warga yang hadir. Antara lain bibit tanaman terong, tomat buah serta cabai.
Tanaman yang diserahkan kepada warga merupakan hasil budidaya Bumdes desa Sambipondok untuk mendukung program ketahanan pangan desa.
Kepala Desa Sambipondok Sumadi mengatakan, dibukanya kembali kolam renang merupakan keinginan warga dan berharap ada pertumbuhan ekonomi desa di samping upaya edukasi terkait dengan tanaman buah dan olahraga air bagi masyarakat terutama yang berada di kecamatan Sidayu.
“Konsepnya kali ini adalah edutainment jadi anak-anak sekolah TK SD bisa belajar bercocok tanam di sini setelah itu mereka bisa bermain di kolam renang sehingga dua mata pelajaran bisa dilakukan di satu tempat. Ini adalah terobosan baru untuk keberlangsungan kolam renang yang kita buka kembali usai covid-19” ujar Sumadi.
Sumadi melanjutkan bahwa upaya pengelola kolam renang merupakan cita-cita mulia karena pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya membuat program ketahanan pangan sehingga apapun program yang ada di desa seharusnya bermuara pada proses ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa.
“Kita dukung ketahanan pangan sebagai program utama, agar ada kemandirian pangan terutama di desa” jelas Sumadi.
Sementara itu guru MI islamiyah Sambipondok Umu Zahro sangat mendukung dibukanya kembali kolam renang sambi pondok karena sangat membantu proses belajar mengajar di sekolahnya.
“Kami sering kesulitan untuk mempraktekkan mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) karena fasilitas yang ada di desa sebelumnya ditutup dan akhirnya harus melaksanakan kegiatan di tempat lain.” Terang Umu panggilan guru kelas 3 MI Islamiyah ini.
Menurut Umu pelajaran PJOK untuk kelas 1 sampai kelas 3 membutuhkan media praktek agar anak lebih mengenal mata pelajaran yang dipelajarinya dan satu diantaranya adalah olahraga air.
“Terkait olahraga air Alhamdulillah kalau di desa sambi pondok kolam renangnya sudah kembali dibuka ini artinya kita tidak susah lagi untuk melakukan praktek pelajaran PJOK yang ada” jelas Umu.
Kolam renang yang terintegrasi dengan pembelajaran berkebun rencananya akan dibuka untuk umum dan bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di sekitar desa.
“Insya Allah biaya atau tiket masuk untuk kolam renang ini sangat murah sekitar Rp8.000 dengan fasilitas lapangan parkir yang luas kolam renang yang bersih dan ada edukasi berkebun yang ada di dalam kolam renang sehingga anak bisa belajar berkebun dan menikmati kolam renang yang ada,” tutup Sumadi.
Reporter : Azharil Farich

