BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Penguatan Cegah Dini dan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan’, pada Kamis (10/07), bertempat di MAN Bangkalan.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh agama, perwakilan organisasi keagamaan, serta unsur media massa. FGD ini bertujuan memperkuat sinergi lintas elemen dalam mencegah dan mendeteksi secara dini potensi konflik sosial yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan, Abdul Wafi, menegaskan pentingnya langkah preventif dalam menjaga kerukunan umat beragama. “Acara ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi antara Kemenag dan mitra organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam merespons potensi konflik sosial yang berdimensi keagamaan. Pencegahan dini jauh lebih efektif daripada penanganan konflik yang sudah terjadi,” ungkapnya.
Menurut Abdul Wafi, kerjasama lintas ormas keagamaan harus terus dibangun melalui dialog, pembinaan, dan deteksi dini terhadap isu-isu yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa menjaga kerukunan adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah.
FGD ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama yang digelar serentak se Indonesia untuk memperkuat jaringan komunikasi dan kewaspadaan masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi munculnya gesekan-gesekan sosial bernuansa keagamaan yang bisa mengganggu stabilitas dan keharmonisan di Bangkalan.
Reporter: Rusdi

