PT BSI Jelaskan Lahan Kompensasi yang Diduga Tanah Negara : Sudah Clear and Clean

BANYUWANGI – Pihak perusahaan pertambangan emas PT Bumi Suksesindo atau PT BSI di Banyuwangi, Jawa Timur angkat bicara soal lahan kompensasi.

Sebelumunya, Pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Amir Khan, menyoroti terkait lahan kompensasi dari PT BSI yang dilakukan secara bertahap.

Lahan kompensasi dari PT BSI untuk negara tersebut berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Dari penelusuran Amir Khan, lahan kompensasi yang diserahkan oleh PT BSI selaku perusahaan tambang mineral yang beroperasi di Site Tujuh Bukit ternyata sebagian besar diduga dari tanah negara.

Untuk lahan kompensasi PT BSI yang di Kabupaten Sukabumi rupanya tanah bekas Hak Guna Usaha (HGU) serta tanah negara bebas.

“Yang di Kabupaten Bondowoso jauh lebih besar juga menggunakan tanah negara,” papar Amir Khan yang telah memberi izin mengutip serta membenarkan isi videonya di akun TikTok @amkrajaangkasa

Pertanyaannya, bolehkah tanah negara diberikan kepada negara sebagai lahan kompensasi atas kegiatan pertambangan mineral PT BSI di Site Tujuh Bukit yang ada di Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur?

Amir Khan mendesak para pegiat LSM, lembaga pendidikan, serta pengamat pertambangan untuk melakukan kajian secara serius soal lahan kompensasi PT BSI yang ternyata sebagian besar diduga berasal dari tanah negara ini.

“Apa diperbolehkan tanah negara dijadikan lahan kompensasi kepada negara atas kewajiban perusahaan yang akan melakukan pertambangan emas di Banyuwangi,” lontar pegiat LSM asal Banyuwangi.

Soal ini Amir Khan telah melakukan klarifikasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tetapi jawaban yang diterima tidak sesuai harapan.

Karena itu ia akan secara konsisten untuk menyuarakan tentang boleh atau tidak tanah negara dijadikan sebagai kompensasi kepada negara seperti yang dilakukan PT BSI di Banyuwangi.

“PT BSI ini punya tanggung jawab yang harus dibayarkan kepada negara, yaitu lahan kompensasi. Tetapi PT BSI memberikan lahan kompensasi itu dari tanah negara.

Ditegaskan oleh Amir Khan bahwa dalam surat tertulis yang ditujukan kepada KLHK baru dua surat keputusan (SK) terkait lahan kompensasi dari PT BSI yang sudah dibayarkan. Sementara lainnya belum.

“SK-SK yang lain sampai sekarang lahan kompensasinya belum ada dan itu secara tertulis sudah saya sampaikan ke KLHK,” tegasnya.

Dilansir oleh AdaTah.com telah mengajukan konfirmasi mengenai masalah lahan kompensasi dari PT BSI yang ternyata diduga banyak menggunakan lahan negara, baik yang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat maupun Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Menurut Government Affairs and Communication Manager PT BSI, Iwa Mulyawan, lahan kompensasi yang dimasalahkan oleh Amir Khan sebetulnya sudah selesai di KLHK.

“Kewajiban kami sudah selesai sudah diterima sama KLHK. Sebenarnya BSI ini sudah clear & clean,” pungkasnya. ***

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *