BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Aula Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (P2KP) Kabupaten Bangkalan pada Selasa (29/7/2025).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para nelayan terhadap informasi cuaca maritim agar dapat melaut dengan aman dan efisien.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menyampaikan bahwa SLCN merupakan program nasional untuk membekali nelayan dengan pengetahuan dan teknologi informasi cuaca.
“Program ini bertujuan mengubah paradigma nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan, dengan memanfaatkan data titik-titik potensial melalui informasi BMKG,” jelasnya.
Eko menambahkan, seiring perkembangan zaman, nelayan perlu didukung dengan infrastruktur teknologi yang memadai, seperti perangkat komunikasi dan aplikasi informasi cuaca berbasis web, salah satunya sistem INAWIS milik BMKG.
“Kami berharap ke depan perangkat komunikasi seperti ponsel pintar bisa dimiliki nelayan agar mereka mudah mengakses informasi cuaca, kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.
Sekolah cuaca nelayan ini dihadiri langsung oleh anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin. Ia menegaskan dukungan legislatif terhadap keberlanjutan program SLCN untuk dilaksanakan diwilayah Madura.
“Kami tetap mendorong agar Bangkalan terus mendapatkan jatah program seperti ini, karena nelayan Madura, khususnya di daerah seperti Arosbaya, Kwanyar, Modung dan daerah pesisir lainnya masih banyak yang beroperasi secara tradisional,” ujarnya.
Anggota Fraksi PKB juga menyoroti pentingnya sinergi antara ilmu tradisional dan teknologi. “Kita tidak hanya mengandalkan kearifan lokal, tapi harus berimbang dengan teknologi. Nelayan harus tahu titik-titik ikan melalui data BMKG, bukan sekadar naluri,” tambahnya.
Syafiuddin juga menyinggung pentingnya pelestarian tradisi seperti ‘rokat tasek’, sebagai bentuk kecintaan masyarakat terhadap laut dan alam, sembari berharap nelayan mendapatkan kemudahan akses perangkat teknologi.
“Tradisi rokat tasek perlu kita lestarikan bersama sebagai bentuk kecintaan kepada alam,” pungkasnya.
Kegiatan SLCN di Bangkalan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperkuat kapasitas nelayan lokal melalui edukasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan dukungan lintas sektor, diharapkan nelayan Madura semakin siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Reporter: Rusdi

